. .

Monthly Archives: April 2016

0

Kompensasi Kerugian

Dalam menjalankan kegiatan usaha, setiap perusahaan tentunya sudah melakukan berbagai analisa untuk menghindari risiko bisnis. Selain faktor internal seperti manajemen, strategi, sumber daya dan faktor internal lainnya, risiko bisnis juga dapat muncul akibat adanya faktor eksternal seperti ketidakpastian ekonomi, faktor alam, perkembangan teknologi maupun faktor dari ketentuan perpajakan yang selalu mengalami perubahan sehingga sifat dari risiko bisnis ini dapat menimbulkan adanya kerugian bagi perusahaan.Terkait dengan hak dan kewajiban perpajakan, secara umum Pajak Penghasilan (PPh) tidak akan dikenakan kepada perusahaan yang mengalami kerugian. Hal ini sejalan dengan asas convinience dan equality pemungutan pajak di Indonesia. Asas ini merupakan bagian dari konsep

0

Biaya Promosi

Pendahuluan Untuk kepentingan pemasaran produk baik barang atau jasa kepada konsumen, acap kali Perusahaan melakukan promosi dengan jumlah biaya yang disediakan khusus dalam berbagai bentuk kegiatan yang menarik. Hal ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan volume penjualan dalam rangka mencapai laba perusahaan yang optimal. Gambaran umum mengenai berbagai kegiatan promosi yang telah dilakukan dapat tercermin dari rincian biaya promosi yang dikeluarkan perusahaan dalam tahun bersangkutan. Dalam rangka penghitungan serta pelaporan pajak terutang di SPT Tahunan PPh Badan, identifikasi biaya promosi perlu dilakukan karena tidak semua biaya promosi dapat diakui sebagai pengurang penghasilan bruto untuk menentukan besarnya penghasilan kena pajak bagi perusahaan.

0

“Perhitungan SPT Tahunan Badan 2015“

“Perhitungan SPT Tahunan Badan 2015“

Berdasarkan Pasal 3 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2013 tentang Pajak Penghasilan Atas Penghasilan Dari Usaha Yang Diterima Atau Diperoleh Wajib Pajak Yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu, Pengenaan Pajak Penghasilan 1% didasarkan pada peredaran bruto dari usaha dalam 1 (satu) tahun dari Tahun Pajak terakhir sebelum Tahun Pajak yang bersangkutan. Berdasarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pajak Nomor SE-32/PJ/2014 angka 2 huruf b Penentuan peredaran bruto untuk dikenakan Pajak Penghasilan yarg bersifat final berdasarkan PP 46 Tahun 2013 bagi Wajib Pajak badan yang baru beroperasi secara komersial untuk pertama kali, ditentukan berdasarkan peredaran bruto dari usaha dalam 1 (satu)